Tomorrow With You (part 4)


18011317_213359365825840_6507003963156463616_n

Tittle :  Tomorrow With You

Cast :  Bae Suzy | Oh Sehun | Kim Jong In

Support cast : park jiyeon | Park Chanyeol | others

(cast akan bertambah dan berkurang sesuai keperluan cerita)

Genre : romance, friendship, sad

Type : chaptered

**************

N\B:cerita ini hanya fiksi belaka, bila terdapat kesamaan tokoh, alur, dan setting hanyalah kebetulan tanpa ada unsur kesengajaaan. Untuk main cast author hanya pinjam namanya doang  buat keperluan cerita. Karena sesungguhnya mereka milik tuhan, orang tua, keluarga dan agensi masing-masing. Dan ini semua adalah 95% hasil kerja otak saya (5%nya nyasar), jadi mohon di hargai. DON’T BE PLAGIAT and DONT’T BE SILENT READERS

***********

Suzy menyelesaikan presentasinya dengan tepuk tangan kekesalan dari professor lim, pertama karena suzy telat, kedua karena kim jong in membelanya. Seharusnya suzy tak bisa melakukan presentasi namun jong in datang bak pahlawan dan mengatakan bahwa tadi ia meminta tolong pada suzy untuk membawa beberapa buku ke ruangannya dan dengan sangat terpaksa akhirnya suzy bisa ikut presentasi kelas professor lim. “Presentasimu bagus….’’puji profesor lim yang memang mengakuinya. Suzy membungkuk beberapa derajat mengucapkan terimakasih. Kemudian kelas di bubarkan. Suzy kembali ke mejanya dan membereskan buku-buku dan memasukannya ke tas.

“suzy-ah….jjang”jiyeon memberikan jempolnya. Suzy tersenyum sebagai balasan “keunde suzy-ah….”

“park jiyeon aku lapar…ayooo cari makan”potong suzy yang memang kelaparan karena tak sempat makan apapun. Jiyeon mengangguk dan mereka berjalan menuju kekantin. Sesampainya di kantin jiyeon mencari tempat paling pojok  sedangkan suzy mengambil makanan mereka. suzy lalu menghampiri jiyeon.

“ya…apa kau kelaparan eoh??”tanya jiyeon dengan terbelalak melihat makanan suzy yang beda dari biasanya. Suzy mengangguk kemudian mengeluarkan handphone mengambil gambar “apa yang kau lakukan?? kau ingin mengirim foto pada seo woo??”oceh jiyeon sambil menyantap makananya, sedangkan suzy menggeleng kepalanya sambil mengetik sesuatu di handhonenya sambil tersenyum. jiyeon berhenti mengunyah kemudian menyipitkan matanya ke arah suzy dengan tatapan bertanya.

“benar…aku mengirimkannya pada sehun”balas suzy seolah mengerti arti tatapan dari sahabatnya.

“kenapa?? “tanya jiyeon penuh penekanan

“ya apa maksudmu kenapa..tentu saja karena dia sua,,,,,”

“kalian berdua di sini”potong jong in, yang tiba-tiba muncul dan bergabung dengan mereka. suzy mendesis kesal dan memakan makanananya “tapi mengapa makananmu begitu banyak ??”lanjut jong in, suzy meletakan garpunya dengan kesal dan memaksakan senyumnya

“tentu saja harus banyak…. karena aku tinggal dengan para penyihir sekarang yang sewaktu-waktu akan membuatku mati kelaparan…jadi selama aku di luar lingkaran setan itu aku harus makan sebanyak mungkin”suzy menekan kalimat perkalimatnya pada jong in.

“ya bae suzy…. apa yang kau bicarakan??”tanya jiyeon.

“karena kau bukan penyihir jadi kau tak mengerti….yang mengerti hanyalah orang-orang yang memiliki wujud manusia tapi berhati penyihir”

“geure?? apa itu bagus??”tanya jiyeon yang memang tak mengerti, sedangkan jong in hanya tertawa melihat suzy kesal padanya.

“jangan terlalu kesal padaku…karena mungkin kau akan jatuh cinta padaku”

‘’sampai bumi di serang oleh alien pun..jawabanya akan sama”balas suzy yang di akhiri dengan senyumnnya. Suzy hendak berdiri namun jong in langsung menahan lenganya dan berdiri membuat jiyeon melototkan matanya. bahkan beberapa mahasiswa di kampus tampak berbisik-bisik, jong in mendekat dan membisik ke telinga suzy.

“akan aku pastikan kau menjadi istriku  bae suzy…..”suzy hendak menjawab namun dengan  benda persegi panjangnya langsung bergetar pertanda telfon masuk. “jangan mengangkatnya…”suzy tersenyum dan melepas tangan jong in kemudian mengangkatnya.

“ah…sehun-ah….”

“……………………………..”

“mwo???..tunggu di situ, jangan kemana-mana..kau mengerti??”

“……………………………….”

“aku akan segera ke sana..”suzy mengakhiri sambungan telfonnya dan meraih tasnya.

“kau akan kemana?”tanya jiyeon panik, melihat wajah khawatir suzy “suzy-ah….suzy-ah…..”

“aku..aku harus  pergi….”ucap suzy sedikit tergagap.

*************

Taxi suzy berhenti di depan sebuah rumah sakit ternama, setelah memberikan beberapa won pada supir taxi, suzy keluar dan berlari sedikit menuju meja informasi. “suamiku…su..suamiku..”perawat itu menaikan satu alisnya bingung “sehun..oh sehun…”ucap suzy akhirnya.  setelah mendapatkan informasi suzy berlari ke ruang UGD, dan memeriksa setiap kasur lalu yang terakhir, ia menarik kain penghalang itu. dan kaget melihat sehun yang tertidur di kursi dengan kepala di  kasur serta anak kecil yang tampaknya terluka sedang berbaring. Suzy mengatur deruh nafasnya, ia fikir terjadi sesuatu dan tampaknya sehun baik-baik saja. suzy mendekat dan mengusap lembut rambut sehun, membuat pria berparas tampan itu terbangun, ia membuka matanya dan menguap lalu menatap suzy.

“wasseo??”tanya sehun dengan senyum khas miliknya lalu memeluk pinggang suzy “sehun mengantuk….”lanjut sehun, tangan suzy mengarah dan mengusap-usap rambut sehun dengan lembut.

“gwencana?”tanya suzy, sehun menganggukan kepalanya

“hmm..gwencana…”balas sehun yang masih memeluk pinggang suzy.

“kau tak terluka bukan??”

“hmm…sehun..sehun baik-baik saja…tapi….”sehun melepaskan pelukannya, suzy menatap sehun dengan tatapan bertanya. “min hyuk… bagaimana?”tanya sehun dengan mata berkaca-kaca menatap pria kecil berumur sekitar 8 tahun yang tengah terbaring itu.

“min hyuk akan baik-baik saja…..”suzy menatap min hyuk yang tengah terbaring lalu menatap sehun “kau menolongnya eoh??”sehun menganggukan kepalanya dengan tersenyum. “aigoo…anak baik”

“hhehehee..”tawa sehun, tak lama dua orang tua yang masih tampak muda langsung mendekat, tanpa bertanya sehun dan suzy bisa tau bahwa itu orang tuanya.

“min hyuk-ah..hiks..hiks…”tangis wanita di depan mereka, sehun menatap wanita itu tanpa berkedip, seolah mengingatkannya pada ibunya.  Ayah min hyuk mendekat pada suzy.

“kami sudah mendengarnya dari dokter…terimakasih, kami tak tau apa yang akan terjadi putra kami jika adikmu tak membawanya dengan cepat kerumah sakit”

“nde?? adik??”ayah min hyuk tersenyum dan melihat ke arah sehun.

“bukankah dia adikmu??”suzy tersenyum lalu mendekat pada sehun memintanya berdiri, sehun berdiri seperti perintah istrinya, suzy langsung menggandeng tangan sehun dan menatap ayah min hyuk.

“pria ini adalah suamiku”ucap suzy dengan senyumnnya.

“nde??”ayah minhyuk memasang wajah kaget. Tentu saja, siapa yang tak kaget wanita cantik yang terlihat berpendidikan mengaku bahwa ia adalah istri dari pria yang mentalnya sedikit..yah kalian taulah“tapi baga………”

“kenapa?? Menakjubkan bukan…..?? bahkan aku masih tak percaya dia suamiku”ayah minhyuk menaikan satu alisnya “karena dia pria pertama yang menurutku begitu sempurna… bagiku semua tentangnya semua sempura, karena tuhan menciptakannya hanya untukku”ayah min hyuk tersenyum sedikit terharu dan menatap mereka berdua dengan sedikit kagum.

“percayalah dari sekian banyak pasangan yang aku temui..aku bisa pastikan bahwa kalian akan bersama bahkan saat kematian tiba”suzy menatap sehun dan tersenyum senang. “berbahagialah, karena kalian berdua adalah  orang-orang baik”sehun mengangguk antusias.

“kalau begitu min hyuk appa..sehun akan pulang terlebih dahulu…annyeonghaseyo”sehun membungkuk beberapa derajat dan berjalan keluar bersama suzy yang menggandeng tanganya tak perduli tatapan orang-orang di sekitar mereka.

**************

Suzy dan sehun duduk di balkon kamor sembari sepiring buah yang sudah di siapkan sambil menatap lautan bintang di malam hari ini. tangan mereka menggenggam satu sama lainnya seolah tak akan saling melepas. “uwwah….aku menyukai suasana seperti ini”guman suzy lalu mengalihkan pandangannya dan menatap wajah sehun, bibirnya menyunggingkan senyumannya menatap wajah tampan sang suami. “aku memiliki suami yang tampan, yang akan siap menggenggam tanganku kapanpun, memelukku kapan dan juga akan menyeka setiap airmataku…..”

“sehun juga menyukainya”balas sehun menatap  suzy.

“sehun-ah…jika kita memiliki anak, kau mau berapa anak?”tanya suzy, sehun berdehem lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“tersera kau saja…”balas sehun

“ya..mengapa tersera aku eoh?? bagaimana aku bisa memiliki anak jika tersera aku??”omel suzy

“bagi sehun…berapapun anak, sehun harap ia akan pintar dan hebat sepertimu… jangan seperti sehun yang bodoh dan penakut”suzy tersenyum kecil, lalu mendekat mengecup kening sehun lembut.

“kau salah….aku ingin anak kita nanti sepertimu, jika lelaki aku berharap dia tampan, tinggi dan juga pandai sepertimu dan jika wanita aku berharap ia cantik, tinggi dan pandai sepertimu…… karena bagiku kau pria pertama yang hatinya ingin ku miliki”sehun tersenyum malu

“Jinca??”tanya sehun, suzy menganggukan kepalanya seraya tersenyum hangat dan semakin mengeratkan genggamannya dengan kepala ia senderkan di bahu  namjanya  kemudian mencoba memejamkan matanya.”kalau begitu sehun ingin 4 anak….”

“baiklah..kita akan memiliki 4 anak”balas suzy dengan setengah mengantuk.

“sehun ingin anak kembar….mungkin mereka akan lucu sepertimu”suzy masih sempat menyunggingkan senyumnnya walau hanya membalas ucapan sehun dengan gumaman. Sehun melirik suzy yang sepertinya sedikit terlelap itu, tangan satunya mengarah dan merapikan rambut suzy lalu mengecup kepalanya dengan sayang dan tersenyum.

**************

Jong in berjalan masuk ke kelas suzy, matanya menyapu bersi ruangan itu namun tak menemukan sosok yang ia cari, hanya terdapat jiyeon yang mengobrol dengan hobae-hobaenya. Jong in kemudian mendekat ke arah mereka.

“park jiyeon…”jiyeon membalik badannya mendengarnya namanya di panggil

“saem…”panggil mereka semua

“kalian melihat bae suzy?”tanya jong in langsung.

“anniyo…”balas yang lainnya, jong in menatap jiyeon yang tampak ragu-ragu

‘’park jiyeon…..”

“saat ini suzy berada di ruang musik karena professor park telah kembali”balas jiyeon

“professor park?? Nuguya?”

“seseorang yang bagi suzy lebih penting dari pada kekasih dan juga sahabatnya… ccih, lihatlah bahkan dia meninggalkanku, ia bahkan tak bertanya apa aku baik-baik saja hari ini dan berlari saat mendengar professor park sudah kembali… heol, seharusnya ia menerima professor park ketika professor park memintanya menikah”oceh jiyeon,  mendengar itu, jong in langsung keluar dari kelas dan menuju ruang musik. Melihat itu, jiyeon menghembuskan nafas beratnya “heol…saem, menyerahlah cinta sepihak itu menyakitkan”guman jiyeon

“park jiyeon….”jiyeon memutar bola matanya malas mendengar pemilik suara itu.

“park jiyeon tak ada di sini”balas jiyeon kesal

“YA!!…”pria yang menggunakan jas lengkap itu mendekat dan menahan lengan jiyeon namun segera di tepis jiyeon membalik badannya dan langsung menampar pria tampan itu. membuat anak-anak yang lain di kelas kaget dan membuat itu menjadi tontonan

PLAK…..mata jiyeon langsung berkaca-kaca setelah menampar pacarnya…ah tidak, mantan pacarnya. “mianhe…..”ucap pria bermarga lee itu. jiyeon tertawa sini

“mwo?? mianhe?? Setelah apa yang kau lakukan…kau masih berani meminta maaf?? Ya sadarlah oppa”kesal jiyeon

“ini salahku…..”

“tidak…ini bukan salahmu. Ini salahku, mungkin aku belum begitu baik untuk menjadi wanita yang kau cinta,,,ah tidak, mungkin juga kau memang tak pernah mencintaiku”

“saranghae”

“dong gun oppa…..”jiyeon menghembuskan nafas panjangnya dan mengepalkan kedua tangannya menahan kesal.  “jika kau mencintaiku…maka kau tak akan pernah pergi dengan eonni yang bekerja bersamu itu kan??… kalian berselingkuh di belakangku dan sekarang kau masih berani menunjukan wajahmu?? Aku menerima semua kebencian dari keluargamu karena aku begitu mencintaimu?? dan apa?? Kau akan menikahi wanita selingkuhanmu itu karena hamil??..heol aku tak percaya ini”

“maafkan aku..tapi jika kau seperti ini maka aku yang akan di salahkan”jiyeon tertawa sarkatis

“katakan pada wanita itu….. bahwa aku bahkan tak perduli dia mengambilmu dariku, aku bersyukur bahwa dia membersihkan sampah yang awalnnya ku kira emas dan juga bagaimana bisa kau di salahkan..bukankah dari awal semuanya adalah salahku?? Pergilah….kau tak begitu berharga untukku tangisi”jiyeon mengambil tasnya dan langsung keluar

**************

“ya saem..permainanmu tak ada peningkatan”suzy mengintrupsi permainan chanyeol, pria tampan itu berhenti dan membalik badannya tersenyum melihat siswa lamanya yang berdiri di depan pintu sambil melipat tangan dengan senyum yang tak juga berubah.

“ya…kau masih sama kurang ajarnya seperti dulu”sindir chanyeol, suzy tertawa dan mendekat kemudian duduk di bangku yang sama dengan chanyeol. “kau baik-baik saja?”tanya chanyeol

“pertanyaan macam apa itu..seolah aku penjahat yang baru keluar dari tahanan”omel suzy lagi

“tentu saja..setelah menolak lamaranku, apa kau baik-baik saja?? karena aku berharap kau tak baik-baik saja”

“ccih…masih saja membicarakan itu..lagian saem… waktu itu aku masih berumur 23 bagaimana bisa aku berfikir tentang menikah…kau meminta mahasiswamu sendiri menikah denganmu…ccih…seolah kau benar-benar mencintaiku saja”chanyeol tersenyum mendengar itu.

“saat itu aku benar-benar tulus dengan perasaanku…awalnya aku berbohong dengan mengatakan bahwa merasa kasihan padamu…. tapi percayalah aku benar-benar jatuh cinta padamu ketika kau meletakan jari-jemarimu di tuts piano”

“aigoo…..saem”

“wae?? kau merasa bersalah?”tanya chanyeol menggoda suzy

“anni…”chanyeol mengerutkan keningnya menunggu kelanjutan ucapan suzy “mulai sekarang jangan mengatakan hal-hal seperti itu lagi…..”

“wae?? aku akan mengatakannya sampai kau mau de,,,,,”

“karena tak ada kesempatanmu untukmu saem”

“ya bae suzy, apa kau tak begitu kejam?? Mengatakan hal itu setelah bertemu denganku lagi ??”omel chanyeol, suzy tertawa kecil dan merangkul bahu chanyeol, chanyeol adalah dosen jurusan musik yang sudah seperti sahabat untuknya. chanyeol berdehem “tapi mengaapa aku tak boleh mengatakan hal-hal seperti itu lagi??”

“karena aku sudah menikah”

“MWO??”pekik chanyeol kaget, membuat suzy menutup telingannya “jinca??”tanya chanyeol ulang suzy menganggukan kepalanya, chanyeol memegang bahu suzy dan menatapnya “kau benar-benar sudah menikah??”suzy mengangguk lagi, tak lama chanyeol tersenyum “gotjimal….”

“aku tau kau akan seperti itu…”suzy mengeluarkan handphonenya dan menunjukan foto pernikahannya bersama sehun “oh sehun…….suamiku”senyum di wajah chanyeol perlahan-lahan menghilang, tangan chanyeol mengarah dan membuka sebuah video yang menunjukan kekonyolan suzy bersama pria yang ia akui sebagai suaminya di dalam kamar.  Mereka bermain permainan kekanak-kanakan.

“suzy-ah..menikah bukan hal yang bisa kau lakukan karena kasihan atau ingin menjaganya… aku tau kau baik, tapi aku tak tau kau sebaik ini sampai menikah dengan….”suzy merebut handphonenya kembali dari tangan chanyeol.

“dia pria pertama yang hatinya ingin ku miliki…….”chanyeol membungkam mulutny saat suzy mengucapkan kalimat itu, lalu melihat suzy dengan saksama yang tengah menatap foto pria yang katanya adalah suaminya. “selama ini aku selalu berfikir untuk melindungi seo woo, sampai lupa bahwa aku juga wanita dan membutuhkan perlindungan…”

‘dia bahkan tak bisa melindungi dirinya bagaimana dia bisa melindungimu??”potong chanyeol yang sedikit marah.

“dia mengatakan bahwa dia akan melindungiku”balas suzy

“dan kau percaya??”tanya chanyeol dengan tatapan tak percaya, suzy tersenyum dan mengangguk.

‘’hmmm…..jika aku tak percaya aku bisa kabur darinya kapapun aku mau…..”chanyeol menghembuskan nafas panjangnya lalu melihat keluar jendela dan menatap awan yang mendung. Mengapa alam begitu mengerti suasana hatinya??

“sepertinya akan hujan”guman chanyeol, suzy melihat ke arah yang sama lalu menganggukan kepalanya tak menyadari jong in yang berdiri sembari mengepalkan kedua tangannya mendengar ucapan suzy, jadi selama ini yeoja itu serius?? Dia tak berbohong?? Tapi bagaimana mungkin,

************

Suzy dan jiyeon berdiri di depan kampus melihat dengan saksama air mata langit yang bahkan belum mau berhenti, kemudian mereka menghembuskan nafas mereka dalam waktu yang sama lalu saling menatap dan tertawa menyadari tingkah mereka. suzy dan jiyeon tak sadar bahwa persahabatan mereka sudah selama itu.  “suzy-ah…mengapa kau tak menyukai jong in saem?”tanya jiyeon basa-basi

“karena aku takut ia akan mengkhianatiku sama seperti dong gun oppa”

“mwo?? bagaimana kau tau??”

“ya..kau fikirkan aku tak bertanya karena tak tau eoh?  aku hanya berpura-pura tak tau dan menunggu hingga kau yang akan menceritakannya sendiri”mata jiyeon langsung berkaca-kaca, suzy tersenyum lembut dan memegang bahu sahabatnya “kau sudah melakukan yang terbaik park jiyeon, aigoo aku bangga padamu”

‘ccih…dasar menyebalkan”desis jiyeon. tak lama chanyeol bergabung bersama mereka

“ya..penghuni tertua di kampus”

“Saem…”pekik mereka keras, chanyeol hanya tertawa sebagai balasannya.

“kalian mau pulang?? Mengapa tak bersamaku saja? sudah lama aku tak kumpul dengan penghuni terakhir di  kampus ini… kalian pasti begitu merindukanku sampai masih betah”tawar chanyeol sambil meledek.

“baiklak kita akan ikut de…”

“sepertinya aku tak bisa”potong suzy dengan menatap lurus pria tampan dengan tinggi semampai yang berdiri tak jauh dari mereka dengan membawa payung berwarna kuning itu, pria yang tengah melambaikan tangan itu ke arah mereka itu berjalan dan mendekat pada mereka. jiyeon dan chanyeol menatap kearah yang sama.

“pria itu??”jiyeon dan chanyeol mengucapkan selamatnya

“mian..sehun terlambat bukan??”ucap sehun dengan polos, suzy menggeleng kepalanya menandakan bahwa tidak. Lalu sehun mengeluarkan salah satu tangan dari sakunya lalu di ulurkan pada istrinya, dengan senang hati suzy menerimanya. “sehun tak akan terlambat lagi….”suzy menganggukan kepalanya mengiyakan. Suzy mengenggam tangan sehun dan mendekat lalu mengusap-usap bahu suaminya yang sedikit basah.

“aku bisa menunggu lebih lama”sehun mengangguk dan tersenyum bodoh, suzy lalu mengusap lembut rambut suaminya ‘’dan bisa menunggumu lebih lama lagi”kemudian suzy menoleh pada jiyeon yang melongo seperti orang bodoh, tentu saja bagaimana ia tak melongo, ia fikir ia sedang menonton drama romantis. “saem..park jiyeon…. aku akan pulang duluan…”chanyeol mengangguk dan jiyeon juga mengangguk bodoh.

“khajja….”sehun menganggukan kepalanya mereka lalu menjauh dengan suzy menggenggam tangan suaminya dengan sedikit bersender padanya berlalu dengan senyuman lebar di wajahnya. Tiba-tiba  tubuh jiyeon lemas dan hampir tumbang namun dengan segera chanyeol menahannya.

“park jiyeon..gwencana??”tanya chanyeol, jiyeon mencoba mensadarkan dirinya

“sadarlah park jiyeon…saem?? tadi itu apa?? Bae suzy tersenyum lebar dan bahagia bukan?? Bahkan wajah khawatir yang bertahun-tahun aku liat tak tampak sedikitpun…saem….bae suzy tak benar-benar berkencan dengan pria bodoh itu kan?? Saem….”

“aku fikir ia hanya bercanda”guman chanyeol juga, untuk kali pertama ia melihat suzy bertingkah seperti itu, seolah semua hatinya sudah ia berikan pada pria itu tanpa tersisa sedikit pun. Benar tanpa sisa sedikit pun, seakan nyawanya bisa saja bisa ia berikan kapapun jika ia mau. “heol… suzy-ah… aku harus bagaimana, aku fikir bisa melupakanmu setelah 2 tahun…tapi mengapa dengan gampangnya kau memberikan seluruh hatimu untuk pria itu??”guman chanyeol.

***************

suzy sedang menyiapkan makan pagi untuk suaminya karena ini akhir pekan, ia bisa membuatkan sehun sarapan pagi, setelah membuat sandwich dengan segelas jus. Ia hendak pergi ke lantai atas membangunkan sehun, namun prianya sudah turun ke bawah masih dengan piyamanya,, rambut yang acak-acakan serta mata yang belum terbuka dengan benar, sesekali ia menguap. Suzy tersenyum, sehun mendekat lalu memeluk suzy. “sehun lapar…..”

“aku tau….”suzy melepaskan pelukan sehun lalu menyeret suaminya itu untuk duduk, lalu menyuapkannya makanan, sehun memakan makananya meski matanya belum terbuka dengan benar. “makan yang banyak oh sehun…..”sehun berguman lalu mengangguk. Jong in yang baru pulang jogging langsung menuju ke lemari es mengambil sebotol minuman mineral dan meneguknya. Setelah selesai ia duduk dan bergabung dengan mereka,

“buka matamu oh sehun…apa suzy pembantumu ??”kesal jong in

“jong in-ssi…..”

“jika kau mau ia mencuci pakaianmu, menyiapkan makanmu serta menyuapi maka nikahi saja pembantu”jong in masih saja menunjukan kekesalannya, sehun memasang wajah merenggut lalu mengambil sandwich dari tangan suzy dan memakannnya sendiir dan berusaha membuka matanya “jika kau terus seperti..maka dia akan meninggalkanmu”

“arrasso hyung…sehun akan makan sendiri dan buatkan makanan sendiri agar suzy tak meninggalkan sehun”Sehun lalu mengambil makanannya dan masuk ke dalam kamar.

“apa yang kau lakukan??”tanya suzy dengan tajam

“menyadarkanmu bahwa kau hanya menjadi pembantu untuknya”balas jong in

“entah itu menjadi pembantunya atau istrinya itu pilihanku…dan lagi berhenti berkata kasar padanyya kim jong in-ssi”

“dan kau berhentilah membuatku kesal”jong in berdiri dan mendekat wajahnya pada suzy dan hendak menciumnnya namun suzy memalingkan wajahnya.”YA!!….”

“Wae?? kau merasa terhina??’suzy tersenyum sinis

“ya mengapa kau begitu mengesalkan…bae suzy, aku akan membuatmu menikah denganku, bahkan jika harus menyingkarkan oh sehun”

“maka aku akan membuatmu tak akan bisa berkutik bahkan tak bisa merebutku darinya”balas suzy dengan senyum meremehkan lalu menyusul  sehun ke kamarnya.

*************

Suzy menggenggam tangan sehun masuk ke dalam kampusnya, sehun merengek ingin ikut kekampus bersama suzy, ia tak ingin tinggal di rumah sendirian. Jong in mulai hari ini bekerja di kantor dan di angkat sebagai direktur utama, jadi hari jong in ke kampus untuk berpamitan dengan yang lainnya. “uwwah…kampusmu benar-benar bagus”ucap sehun takjub, suzy tersenyum. “bahkan  banyak yang tampan di sini”

“tak ada yang setampan dirimu….”

“BAE SUZY…DAEBBAK”jiyeon langsung menatap tangan mereka yang saling bergenggaman itu “kau bahkan membawa pria ini bersamamu??”tunjuk jiyeon, suzy tersenyum sebagai balasanya dan menatap sehun memintanya memperkenalkan namanya.

“oh sehun immida”

“aku park chanyeol…..”chanyeol yang baru saja datang langsung memperkenalkan namanya. “tapi bae suzy, mengapa kau membawanya ke sini??”tanya chanyeol

“karena aku ingin menunjukan pada seseorang bahwa aku adalah milik pria ini”ucap suzy penuh penekanan saat jong in lewat di samping mereka.

“ya..neo michisseo?? Ikut denganku…..”jiyeon menarik tangan suzy membuat genggamannya dengan sehun terlepas. Chanyeol mengangkat bahunya acuh dan mengikuti kedua yeoja itu. sehun kebingungan karena di tinggal sendiri lalu beberapa mahasiswa mendekat mengerbuni sehun dan sedikit meledek serta menertawai dirinya. Jong in yang melihat itu tersenyum sinis, dan malah ikut mengompori anak-anak yang lain untuk ikut serta dalam hal itu.

*******************

“ya..apa maksudmu membawa pria bodoh itu ke sini??”kesal jiyeon, chanyeol duduk lalu menatap kedua yeoja yang sepertinya akan bertengkar mengurusi urusan rumah tangga mereka berdua. Di saat-saat seperti ini menjadi penonton adalah salah satu pilihan terbaik. Yah ia tak ingin rambut yang sudah ia tata di salon hancur berantakan karena dua yeoja itu.”ya kau menyukainya eoh??”tanya jiyeon

“hmm…aku menyukainya”jiyeon mengacak rambutnya frustasi mendengar jawaban suzy

“kau mencintainya??”tanya jiyeon, suzy menganggukan kepalanya lagi “jika dia memintamu memberikan nyawamu akan kau berikan??”suzy menganggukan kepalanya tanpa ragu“YA!!”pekik jiyeon, membuat suzy menutup telinganya, jiyeon menatap professor termuda di kampsunya yang sedang cengengasn itu. “saem..lakukan sesuatu padanya”chanyeol mengangkat kedua bahunya tak tau.

“tapi mengapa di luar sana begitu berisik??”guman chanyeol, seolah memikirkan sesuatu suzy berlari keluar dan menadapati sehun yang di kerubuni banyak dengan tatapan meremehkan sambil mengejeknya. “ya bukankah itu…..”

“baraninya mereka….”desis suzy yang langsung di masuk di antara kerubunan banyak orang “ya..apa yang kalian lakukan eoh??”pekik suzy

“sunbae…pria bodoh ini mengatakan bahwa di suamimu?? Bukankah dia terlalu banyak berkhayal”

“mwo?? ya jaga bicaramu, siapa yang kau panggil bodoh??”marah suzy

“anniya..kami hanya kesal karena dia menyebutmu sebagai istrinya…..”jiyeon kemudian ikut masuk ke keurubunan orang dan memegang tangan suzy mencoba untuk menjelaskan keadaan yang sebenarnya

“suzy hanya bekerja di rumah mereka…. karena pria ini sedikit bodoh dan mentalnya tak stabil jadi menganggap bahwa suzy itu yeojanya”suzy menatap jiyeon dengan tajam dan melepaskan tangan jiyeon

“ya park jiyeon..bukankah sudah aku katakan jangan mengatakan dia bodoh”

“suzy-ah…..”

“aku sudah mengaatakannya padamu bahkan jika semua orang mengatai suamiku bodoh, setidaknya kau sahabatku tak mengatakan hal yang sama bukan??…. kau…kau membuatku kecewa park jiyeon”jiyeon membuka mulutnya berbentuk huruf vokal, jangan tanyakan apa-apa karena dia begitu kaget sekarang. Ia tak salah dengar bukan?? Suzy mengatakan bahwa  pria bodoh itu suaminya. suzy lalu mendekat dan memegang tangan sehun. Ia menatap sehun lembut lalu merapikan rambut sehun dan menyeka keringatnya.

“jangan khawatir…aku bersamamu”lanjut suzy, sehun menganggukan kepalanya. Suzy lalu menatap orang-orang di sekelilingnya.“benar..bahwa pria ini adalah suamiku dan benar bahwa aku istrinya…dia tak sedang berkhayal… apapun yang di katakan pria ini…percayalah”membuat sekelilingnya kaget, chanyeol yang melihat itu dari jauh terdiam sedangkan jong in mengepalkan kedua tangannya menahan kesal. Sehun menatap suzy dengan mata berkaca-kaca, tak mampu mengatakan sepatah kata pun. Bukankah harusnya istrinya itu malu?? Ia cantik dan berpendidikan namun memiliki suami yang begitu menyedihkaan sepertinya?? Suzy sedikit mendekat dan menyeka air mata sehun yang bahkan belum mengalir itu seraya tersenyum hangat

“aku tak malu mengakui bahwa kau suamiku, sebagaimana kau dengan bangga mengatakan bahwa aku istrimu..satu hal yang harus kau tau ”lanjut suzy seolah mengerti tatapan suaminya “jadi jangan menangis aku bersamamu”sehun menganggukan kepalanya. suzy menatap jiyeon lalu tersenyum kecil. “maaf… kalau dia bukan pria pandai seperti jong in saem..tapi ketahuilah park jiyeon, aku mencintainya lebih dari pada aku mencintai diriku sendiri…jadi jangan pernah kau mengatakan dia bodoh di depanku….aku bisa terima siapapun menghinaku tapi tidak, saat mereka menghina suamiku”tegas suzy dan membawa sehun menjauh dari sana. sehun menghentikan langkah kakinya di depan ke gerbang kampus, suzy menoleh seolah bertanya ada apa.

“maafkan sehun…..karena sehun bodoh dan kau menikahi pria seperti sehun”mata sehun kembali berkaca-kaca, suzy menghembuskan nafas,  ia fikir ia akan menangis sekarang “jika kau ingin pergi, maka katakan saja sekarang, sehun tak apa-apa….tapi berjanjilah jika ingin pergi jangan pergi tanpa berpamitan…karena semua orang yang sehun kenal pergi tanpa berpamitan. eomma, appa..ajhumma…..”sehun terdiam, lalu menatap suzy dan memperlihatkan senyum bodohnya meski tatapan matanya mengatakan lain ” jadi suzy-ah jika kau ingin pergi katakanlah sehun akan mengizinkannya”suzy menahan air matanya lalu mendekat dan memeluk suaminya itu.

“lalu mengapa jika kau bodoh?? apa bodoh itu suatu kesalahan?? apa bodoh itu dosa??…dan aku tak akan berpamitan denganmu, karena aku tak akan kemanapun”suzy melepaskan pelukannya dan menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca “kemana aku akan pergi?? kemana aku bisa pergi??….. tak ada tempat yang ingin aku tuju jika tak bersamamu….aku tak ingin jatuh cinta lagi, aku tak ingin mengenal orang yang baru lagi…aku hanya ingin bersamamu, jadi berjanjilah kau tak akan membiarkanku pergi…..”sehun terdiam

”berjanjilah padaku??”sehun lalu menganggukan kepalanya. suzy tersenyum “oh sehun saranghangta…”wajah sehun langsung  memerah, karena malu sehun langsung berjalan meninggalkan suzy “ya…sehun-ah….”

“jangan mengikuti sehun…..”teriak sehun sebagai balasannya, suzy tertawa melihat sikap lucu suaminya

“lalu kau akan meninggalkanku di sini eoh??”sehun menghentikan langkah kakinya, lalu berhenti, ia mundur beberapa langkah untuk berdiri di samping suzy.

“jalanlah di depan sehun….”suzy menaikan satu alisnya “sehun akan menjagamu dari belakang…jadi jalanlah di depan sehun”suzy mendesis mendengar jawaban sehun, suzy menggeleng kepala tak mau dan menggandeng tangan sehun, membuat tubuh sehun  menenggang, ayolah ia sudah cukup gugup sekarang.

“untuk apa aku berjalan di depan?? jika kita bisa berjalan beriringan”sehun mengangguk ragu lalu mereka menjauh. masih membiarkan kehebohan yang sudah mereka ciptakan itu. jong in yang sedari tadi menatap mereka hanya menahan kesal.

“pria bodoh..tertawalah sepuasmu..aku akan membuatmu menangis sampai kau lupa kau pernah tertawa”guman jong in mengepalkan kedua tangannya.

 TBC

sorry for typo

Advertisements

25 Comments (+add yours?)

  1. I'am
    Jun 11, 2017 @ 14:43:43

    Wow, penuh dngan kejutan. .
    Dunia nyata sama dunia fanfic..haha
    Di part ini bnyk bnget yng di buat syok oleh suzy, dari chanyeol, org tua minhyuk, jiyeon, bhkan satu kampus, aq suka ini. . .
    Jongin gk akan cepat menyerah ini, gmana pun cra jongin merebut suzy, smg suzy tetep pda pendirianx dan yng penting juga sehun sdah berjanji tdak akan membiarkan suzy pergi…
    Eonni hwaiting.

    Reply

  2. whhyyy
    Jun 11, 2017 @ 16:04:45

    wahhhhh akhirnya di lanjut juga
    yampun ikutan kesel karena mereka ngatain sehun bodoh
    ayo sehun cepatlah sembuh
    aduh kenapa aku jadi was-was ya sama jongin….??? jangan ganggu mereka tapi ganggu author aja biar ceritanya cepat dilanjut…..kwkwkwkw
    semangat ya author untuk lanjutannya

    Reply

  3. Athena Baezy
    Jun 12, 2017 @ 00:24:27

    Wah suzy benar2 udah cinrta beneran ma sehun, aigoo aku rasa jong in itu terobsesi deh ma suzy segitunya, chanyeol aja woles kog terima dengan lapang dada, hihiii
    kira2 sehun bisa sembuh g ya?
    Fighting ne thor;)

    Reply

  4. Fatir Oh
    Jun 12, 2017 @ 03:30:03

    Ya ampun sumpah salut banget deh sama suzy…. dan kasihan banget liat sehunnya…sampe kesel tiap baca bagian orang-orang memperlakukan sehun semaunya… Dan buat jongin, ya ampun ini jahatnya…gemes sendiri aku kak bacanya hehehe… ditunggu next chapnya kak…fighting…

    Reply

  5. Noonakim
    Jun 12, 2017 @ 03:30:10

    Aaaaaa mereka manis banget jd terharu liatnya. Duh si kamjong ntu jahat banget si, mau bkin tehun sengsara. Mudah” an hunzy bisa ngadepin semua rintangan yg ada. Oh ya itu bang ceye kira” baik atau jahat ya. Ok kak rana, makasih uda nyempetin buat lanjutin cerita ini di sela” kesibukan kakak. Sampe ketemu lagi di part selanjutnya love you.

    Reply

  6. deshwull
    Jun 12, 2017 @ 06:31:45

    Duh suzy bner2 keren,biasanya cowok yg gitu tp nih…hem walau kesel ma jongin tp suzy tetap tidak goyah….nambah cast baru chanyeol,wah dulu dia pernah nglamar suzy

    Reply

  7. Kuchiki
    Jun 12, 2017 @ 15:54:09

    Penyihir dan pengikutny,wkwk

    Reply

  8. Yolanda Marcelina Torus
    Jun 12, 2017 @ 17:42:04

    ternaru q sampai nangis

    Reply

  9. Yolanda Marcelina Torus
    Jun 12, 2017 @ 17:43:14

    terharu isss

    Reply

  10. rina
    Jun 13, 2017 @ 03:40:44

    jong jong jahaaaat , iih sebel

    Reply

  11. veda
    Jun 13, 2017 @ 05:56:17

    Huaaa nyesek trharu bca part ini 😢

    Reply

  12. tika
    Jun 13, 2017 @ 15:58:28

    Mmmm, ini cinta yg ngga msk akal n nyesek…

    Reply

  13. amrina
    Jun 14, 2017 @ 14:17:14

    Dasar kkamjjong nappeun serakah gk tahu mali huft

    Reply

  14. nur hidayati
    Jul 05, 2017 @ 17:43:19

    Suka banget sama sikap suzyy.uhh hunzy makin sweet

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: